Tampilkan postingan dengan label Artikel Web. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Web. Tampilkan semua postingan
Rabu, 29 September 2010
Google Chrome Ads in Indian Newspapers
Have you know that today, Google launched a massive print ad campaign for their Google Chrome browser in all major English dailies in India ? What its strange ? I never seen Google advertisement expecially in print media. However, it's not a problem. Okay, let's see the screenshot of that Chrome ad.
What do u think about this one ? :)
Senin, 06 September 2010
Mengenal Social Bookmarking, Manfaatnya dan Situs Yang DoFollow
Social bookmarking ? Bila anda menggunakan kata ini sebagai keyword di mesin pencari Google, anda akan menemukan banyak sekali situs yang menjelaskan tentang Social Bookmarking. Namun jika anda malas mencari dan membacanya satu persatu, anda bisa langsung membaca penjelasan dibawah ini. :D
Bookmarking atau Bookmark dapat diartikan sebagai penanda. Penanda dalam sebuah browser yang berfungsi menandai web yang telah kita kunjungi. Penanda ini berguna sekali ketika kita ingin mengunjungi kembali web tersebut. Dengan Penanda ini kita tidak perlu repot-repot memasukan URL situs tersebut pada browser kita.
Berbeda dengan bookmark yang ada dalam sebuah browser, Sosial Bookmarking ini merupakan layanan web yang berfungsi menampung URL yang akan dibookmark.
Lalu apa kelebihannya ?
Yoo, yang namanya online jelas keuntungan pertama yakni dapat diakses dari mana saja. Anggap saja anda sedang berada di kantor dan anda sangat memerlukan alamat website yang anda temukan dan bookmark dirumah. Apa yang ada lakukan ? Apakah anda akan kembali kerumah hanya untuk mencatat alamat URL saja ? Social Bookmarking sudah membantu anda mengatasi masalah yang satu ini.
Apakah hanya itu kelebihannya ?
Tidak juga, Jika anda pemilik website/blog anda dapat memanfaatkan Social Bookmarking sebagai layanan yang dapat meningkatkan pengunjung website/blog anda tanpa harus promosi yang berlebihan. Tidak percaya ? Coba kunjungi lintasberita.com. Lintas berita juga merupakan salah satu situs Social Bookmarking terbaik di Indonesia. Banyak sekali website/blog menggunakan media ini untuk mempromosikan konten yang ada didalamnya. Alhasil, pengunjung pun meningkat drastis.
Berikut adalah beberapa manfaat dari penggunaaan Social Bookmarking yang saya temukan diberbagai sumber :
Bookmarking atau Bookmark dapat diartikan sebagai penanda. Penanda dalam sebuah browser yang berfungsi menandai web yang telah kita kunjungi. Penanda ini berguna sekali ketika kita ingin mengunjungi kembali web tersebut. Dengan Penanda ini kita tidak perlu repot-repot memasukan URL situs tersebut pada browser kita.
Lalu apa kelebihannya ?
Yoo, yang namanya online jelas keuntungan pertama yakni dapat diakses dari mana saja. Anggap saja anda sedang berada di kantor dan anda sangat memerlukan alamat website yang anda temukan dan bookmark dirumah. Apa yang ada lakukan ? Apakah anda akan kembali kerumah hanya untuk mencatat alamat URL saja ? Social Bookmarking sudah membantu anda mengatasi masalah yang satu ini.
Apakah hanya itu kelebihannya ?
Tidak juga, Jika anda pemilik website/blog anda dapat memanfaatkan Social Bookmarking sebagai layanan yang dapat meningkatkan pengunjung website/blog anda tanpa harus promosi yang berlebihan. Tidak percaya ? Coba kunjungi lintasberita.com. Lintas berita juga merupakan salah satu situs Social Bookmarking terbaik di Indonesia. Banyak sekali website/blog menggunakan media ini untuk mempromosikan konten yang ada didalamnya. Alhasil, pengunjung pun meningkat drastis.
Berikut adalah beberapa manfaat dari penggunaaan Social Bookmarking yang saya temukan diberbagai sumber :
- Meningkatkan ranking pada SERP, Dengan melakukan submit ke dofollow social bookmarking maka akan menambah backlink ke situs kita. Semakin banyak backlink yang mengarah ke situs kita maka akan meningkatkan ranking situs kita pada SERP (search engine result pages).
- Meningkatkan Jumlah Pengunjung, Kalau ranking situs kita pada SERP naik maka jumlah pengunjung blog atau situs kita juga akan naik. Selain itu kita juga bisa mendapatkan traffic langsung dari situs social bookmarking.
- Mempercepat Pengindekan, Search engine seringkali melakukan crawl situs social bookmark beberapa kali dalam sehari. Dengan melakukan submit situs kita ke social bookmark maka situs kita juga relatif cepat untuk terindeks oleh search engine.
- Meningkatkan PageRank, Banyak situs social bookmark dengan PageRank cukup tinggi menggunakan tag dofollow. Oleh karena itu kalau kita rajin submit ke situs social bookmark tersebut maka kemungkinan untuk meningkatkan PageRank situs kita juga semakin tinggi.
Minggu, 29 Agustus 2010
Mengenal Javascript Framework dan 10 Framework Terbaiknya
Pada artikel saya sebelumnya sudah dibahas mengenai Framework PHP. Kali akan dibahas mengenai Framework Javascript dan 10 framework terbaik. Tidak begitu detail sih tapi cukup untuk mengobati rasa penasaran kita "Apa itu Framework Javascript ?".
Sama seperti sebelumnya, Framework itu adalah kerangka kerja. Kerangka kerja yang memudahkan kita menyelesaikan suatu pekerjaan. Jadi Framework Javascript adalah Javascript yang telah diatur menjadi suatu pola yang memudahkan kita dalam penggunaannya.
Awal pengembangan Framework Javacript dimulai saat memasuki era Web 2.0, generasi kedua dari layanan berbasis web dimana lebih meniktikberatkan pada kolaborasi online, sharing content antar pengguna dan lebih terarah ke User Content Generated.
Nah, berdasarkan kebutuhan akan konsep dan paradigma baru dalam pengembangan aplikasi berbasis web tersebut maka dalam pengembangannya diperlukan suatu sistem alur kerja yang bisa memudahkan dalam menciptakan aplikasi berbasis web yang canggih dan interaktif. Salah satu yang sering digunakan para developer tersebut adalah JavaScript Framework/Libraries dimana didalamnya terdapat JavaScript yang telah ditulis sedemikian rupa dimana sangat membantu dalam pengembangan sebuah Aplikasi Web, terutama dalam pengembangan AJAX (Asynchronous JavaSript And XML). Sebuah teknik pemanggilan cepat tanpa melakukan reload terhadap suatu page.
Dengan JavaScript Libraries tersebut para programmer bisa dengan mudah mengimplementasikan paradigma WEB 2.0 yang baru seperti User interface yang dinamik dan sangat interaktif kepada usernya.
Berikut adalah 10 TOP FRAMEWORK JAVASCRIPT yang dikutip dari sini. Tapi sayang, survey ini dilakukan pada bulan november 2009 (survey 2010 belum nemu hehe :D ). Oke. langsung aja...
Yes, jQuery is really a new kind of JavaScript library, you can write less but do more; maybe jQuery is the JavaScript framework that have the biggest collection of plug-ins and add-ons. Some things you should know:

MooTools is an Open Source MIT application, which you have the possibility to use it and modify it in every circumstance.
Used by the big media companies and organizations, Protorype is unique JavaScript framework that is quickly becoming the codebase of choice for web application developers. And now with the latest version, 1.6.1, Protorype has improved performance, new user-action events, and compatibility with the mordern browsers.
Dojo Core features small, fast, deep – gives you a rich set of utilities for building responsive applications; great interface widgets with accessibility and localization built right in.
Update to the lastest version, script.aculo.us is an open-source JavaScript framework for visual effects and interface behaviours, have some improved features as: loading work maker, Windows Media player/RealPlayer checker, fixing old issues, … check more at here
ExtJS is a very cool cross-browser JavaScript framework for helping you build rich web applications, support all modern web browsers. Plus plenty of plugins and extensions, your ExtJS based web applications become more attractive by features such as well designed, documented and extensible Component model, high performance, easy-customizable UI widgets, …
Some things about UIZE you should know:
YUI is one of the biggest JavaScript frameworks in this list. YUI has all things to help you build interactive web applications using techniques such as DOM scripting, DHTML and AJAX by a set of powerful utilities and controls. YUI has countless powerful features, plugins, extensions that take you the very long time to learn.
Let sees the power of Archetype by yourself to understand what it can do.
What’s qooxdoo? That’s great and powerfull JavaScript framework to create rich internet applications (RIAs) by taking the advantages of object-oriented JavaScript. qooxdoo includes a platform-independent development tool chain, a state-of-the-art GUI toolkit and an advanced client-server communication layer. It is open source under an LGPL/EPL dual license.
Sama seperti sebelumnya, Framework itu adalah kerangka kerja. Kerangka kerja yang memudahkan kita menyelesaikan suatu pekerjaan. Jadi Framework Javascript adalah Javascript yang telah diatur menjadi suatu pola yang memudahkan kita dalam penggunaannya.
Awal pengembangan Framework Javacript dimulai saat memasuki era Web 2.0, generasi kedua dari layanan berbasis web dimana lebih meniktikberatkan pada kolaborasi online, sharing content antar pengguna dan lebih terarah ke User Content Generated.
Nah, berdasarkan kebutuhan akan konsep dan paradigma baru dalam pengembangan aplikasi berbasis web tersebut maka dalam pengembangannya diperlukan suatu sistem alur kerja yang bisa memudahkan dalam menciptakan aplikasi berbasis web yang canggih dan interaktif. Salah satu yang sering digunakan para developer tersebut adalah JavaScript Framework/Libraries dimana didalamnya terdapat JavaScript yang telah ditulis sedemikian rupa dimana sangat membantu dalam pengembangan sebuah Aplikasi Web, terutama dalam pengembangan AJAX (Asynchronous JavaSript And XML). Sebuah teknik pemanggilan cepat tanpa melakukan reload terhadap suatu page.
Dengan JavaScript Libraries tersebut para programmer bisa dengan mudah mengimplementasikan paradigma WEB 2.0 yang baru seperti User interface yang dinamik dan sangat interaktif kepada usernya.
Berikut adalah 10 TOP FRAMEWORK JAVASCRIPT yang dikutip dari sini. Tapi sayang, survey ini dilakukan pada bulan november 2009 (survey 2010 belum nemu hehe :D ). Oke. langsung aja...
1. jQuery: The Write Less, Do More, JavaScript Library
Yes, jQuery is really a new kind of JavaScript library, you can write less but do more; maybe jQuery is the JavaScript framework that have the biggest collection of plug-ins and add-ons. Some things you should know:
- Current version: 1.3.2
- Size: 19 KB (Minified and Gzipped) and 120 KB (Uncompressed Code)
- Author: John Resig
- Tutorials in 19 languages: 183 (data on 19 October, 2009)
- Sites in use: 1000+
- Plugins: 3.493 (data on 19 October, 2009)
- Easy to learn
- Support designers very well, by using CSS syntax
- A lots of nice and lovely extensions
- Great community, maybe largest
- Used by millions of website and well known companies like Google, DELL, CBS, NBC, DIGG, Bank og America, WordPress, Drupal, Mozilla etc…
2. MooTools – a compact javascript framework
MooTools is an Open Source MIT application, which you have the possibility to use it and modify it in every circumstance.
- Current version: 1.2.3
- Uncompressed Size: 95 KB (client) and 22 KB (server)
- Author: Valerio Proietti
- Using: w3c, cnet, bing, …
- Plugins on Official site: 4
- Better OOP structure
- The animations are smoother
- The syntax and the handle of elements are more logical
3. Prototype: Easy Ajax and DOM manipulation for dynamic web applications
Used by the big media companies and organizations, Protorype is unique JavaScript framework that is quickly becoming the codebase of choice for web application developers. And now with the latest version, 1.6.1, Protorype has improved performance, new user-action events, and compatibility with the mordern browsers.
- Lastest version: 1.6.1 (1st September, 2009)
- Uncompressed Size: 136 KB (closely 5.000 code lines)
- Creator: Sam Stephenson
- Using: NASA, CNN, NBC, …
- Plugins: 150+
- Better for the big web apps, give you many choices to write custom code
4. Dojo Toolkit: great experiences for everyone
Dojo Core features small, fast, deep – gives you a rich set of utilities for building responsive applications; great interface widgets with accessibility and localization built right in.
- Lastest version: 1.4 Beta
- Compressed Size: 26 KB (closely 5.000 code lines)
- Foundation: Dojo Foundation
- Dojo Users: AOL, IBM, Sun, …
- Client-side data storage
- Server-side data storage
- Asynchronous communication
5. script.aculo.us: easy-to-use, cross-browser user interface JavaScript libraries
Update to the lastest version, script.aculo.us is an open-source JavaScript framework for visual effects and interface behaviours, have some improved features as: loading work maker, Windows Media player/RealPlayer checker, fixing old issues, … check more at here
- Lastest version: 1.8.3 (8 October, 2009)
- Size of Compressed package: 197 KB (including Prototype + Test page)
- Creator: Thomas Fuchs
- Users: Gucci, Feedburner, Ruby on Rails, …
- Documentation wiki & Usage
- Extending the Prototype framework by adding visual effects, user interface controls, and utilities
6. ExtJS: Cross-Browser Rich Internet Application Framework
ExtJS is a very cool cross-browser JavaScript framework for helping you build rich web applications, support all modern web browsers. Plus plenty of plugins and extensions, your ExtJS based web applications become more attractive by features such as well designed, documented and extensible Component model, high performance, easy-customizable UI widgets, …
- Lastest version: 3.0 (6th July, 2009)
- Size of Compressed package: 197 KB (including Prototype + Test page)
- Creator: Jack Slocum
- Users: Gucci, Feedburner, Ruby on Rails, …
- Download | Samples & Demos | API Documentation
- Great components and support
7. UIZE: supporting widgets, AJAX, DOM, templates, and more
Some things about UIZE you should know:
- is an open source Javascript framework
- easy-to-change your own CSS skins
- plenty of built-in widgets
- amazing effects and powerfull features
- easy-to-change your own CSS skins
- plenty of built-in widgets
- amazing effects and powerfull features
8. YUI Library: is proven, scalable, fast, and robust
YUI is one of the biggest JavaScript frameworks in this list. YUI has all things to help you build interactive web applications using techniques such as DOM scripting, DHTML and AJAX by a set of powerful utilities and controls. YUI has countless powerful features, plugins, extensions that take you the very long time to learn.
- Lastest version: 3 (September 2009)
- Size of Full Developer Kit: 5.7 MB (including Source, debug files, examples, and more)
- Creator: Yahoo! Developer Network
- Sites Powered by YUI: LinkedIn, Wikia, NewsVine, …
9. Archetype
Let sees the power of Archetype by yourself to understand what it can do.
- Lastest version: 0.10.0 (September 2009)
- Size of package: 2.14 MB
- Creator: Temsa & Swiip
- In use: GifTeer, Meteo France, …
10. qooxdoo: the new era of web development
What’s qooxdoo? That’s great and powerfull JavaScript framework to create rich internet applications (RIAs) by taking the advantages of object-oriented JavaScript. qooxdoo includes a platform-independent development tool chain, a state-of-the-art GUI toolkit and an advanced client-server communication layer. It is open source under an LGPL/EPL dual license.
- Lastest version: 0.8 (September 2009)
- Size of package: 24 MB
- Core Developers: 1&1 Internet AG
- Download | Samples & Demos | Documentation
- Fully-featured graphical user interface toolkit
- Drag and drop capabilities among other components
Jumat, 20 Agustus 2010
Mengenal PHP dan PHP Framework
PHP mungkin menjadi salah satu resource yang penting didalam pembuatan web. Bahasa pemrograman yang bersifat server-side ini memang dirancang untuk para pengembang web agar dapat menciptakan suatu halaman web yang bersifat dinamis. Sekilas tentang PHP, PHP pertama kali dibuat oleh Rasmus Lerdorf pada tahun 1995 dan terus dikembangkan hingga saat ini. Ada banyak sekali web termasuk CMS yang dibuat menggunakan bahasa PHP seperti Wordpress dll.
Itu sekilas tentang PHP. Namun apa itu PHP Framework ?
Bisa dilihat dari namanya. Framework dapat diartikan sebagai sebuah kerangka kerja. Kerangka kerja dimana dapat memudahkan pekerjaan kita. Jika dikaitkan dengan PHP maka dapat diartikan sebagai suatu kerangka kerja yang telah terpola dan memudahkan pengembang web dalam pembuatan web yang menggunakan script PHP. Mempermudah yang dimaksud misalnya, Dalam membuat sebuah aplikasi web kita sering menulis script PHP secara keseluruhan (konvensional) dan itu pun kita ulang pada halaman yang lain. Bukankah itu begitu tidak efesien disamping berat ketika diload ? Dengan PHP Framework semua bisa teratasi. Semuanya sudah diatur menjadi pola-pola tertentu yang disebut dengan class. Pola/class inilah yang meringankan kita dalam penulisan script dan load halaman web.
PHP Framework berbeda jika dibandingkan dengan CMS (Content Management System), meski sama-sama meringankan dalam pembuatan web. Jika menggunakan CMS, kita tidak perlu pusing menulis script. Semuanya telah dibuat menjadi Fix dan kita hanya perlu mengatur bagian content dan interfacenya saja. Tidak demikian dengan Framework. Membangun sebuah aplikasi web dengan menggunakan framework, kita tetap harus menuliskan kode perintah PHP sesuai dengan ruang lingkungan yang disediakan oleh framework.
PHP Framework menggunakan metode pengembangan berbasis MVC. Namun apa itu MVC ? MVC merupakan suatu metode untuk memisahkan bagian-bagian dari suatu web aplikasi. MVC adalah kependekan dari Model View Controller. MVC terdiri dari tiga bagian yaitu;
CodeIgniter
Itu sekilas tentang PHP. Namun apa itu PHP Framework ?
Bisa dilihat dari namanya. Framework dapat diartikan sebagai sebuah kerangka kerja. Kerangka kerja dimana dapat memudahkan pekerjaan kita. Jika dikaitkan dengan PHP maka dapat diartikan sebagai suatu kerangka kerja yang telah terpola dan memudahkan pengembang web dalam pembuatan web yang menggunakan script PHP. Mempermudah yang dimaksud misalnya, Dalam membuat sebuah aplikasi web kita sering menulis script PHP secara keseluruhan (konvensional) dan itu pun kita ulang pada halaman yang lain. Bukankah itu begitu tidak efesien disamping berat ketika diload ? Dengan PHP Framework semua bisa teratasi. Semuanya sudah diatur menjadi pola-pola tertentu yang disebut dengan class. Pola/class inilah yang meringankan kita dalam penulisan script dan load halaman web.
PHP Framework berbeda jika dibandingkan dengan CMS (Content Management System), meski sama-sama meringankan dalam pembuatan web. Jika menggunakan CMS, kita tidak perlu pusing menulis script. Semuanya telah dibuat menjadi Fix dan kita hanya perlu mengatur bagian content dan interfacenya saja. Tidak demikian dengan Framework. Membangun sebuah aplikasi web dengan menggunakan framework, kita tetap harus menuliskan kode perintah PHP sesuai dengan ruang lingkungan yang disediakan oleh framework.
PHP Framework menggunakan metode pengembangan berbasis MVC. Namun apa itu MVC ? MVC merupakan suatu metode untuk memisahkan bagian-bagian dari suatu web aplikasi. MVC adalah kependekan dari Model View Controller. MVC terdiri dari tiga bagian yaitu;
- Model : Model mewakili struktur data. Biasanya model berisi fungsi-fungsi yang membantu kita dalam pengelolaan database seperti memasukkan data ke database, update data dan lain-lain.
- View : View adalah bagian yang mengatur tampilan ke user. Bisa di katakan berupa halaman web.
- Controller : Controller merupakan bagian yang menjembatani model dan view. Controller berisi script-script php yang berfungsi untuk memproses suatu data dan mengirimkannya ke halaman web.
- Ringan dan cepat. Framework hanya melakukan pemanggilan pustaka/kelas yang dibutuhkan sehingga meminimalkan resource yang diperlukan sehingga ketika kita me-load sebuah halaman akan menjadi ringan dan cepat.
- Menggunakan metode MVC. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, dengan metode MVC akan mempermudah kita dalam memahami alur pemrograman karena untuk bagian tampilan, logika dan query database telah dipecah sedemikian rupa.
- Mayortitas mendukung berbagai jenis database.
CodeIgniter
Kelebihan
- Mudah digunakan dan tidak memerlukan konfigurasi yang rumit
- Fungsi-fungsi pendukung yang cukup lengkap
- Mendkung PHP4 dan PHP5
- Mungkin merupakan Framework MVC paling populer dan paling banyak digunakan
- Dokumentasi yang sangat bagus, friendly dan didukung oleh forum, wiki, dan komunitas yang besar
Kekurangan
- Tidak mendukung AJAX, dan ORM
- Meyediakan dan memisahan file-file dalam MVC pattern, tapi masih memberikan kebebasan user untuk melanggar aturan MVC
CakePHP
Kelebihan
- Dukungan terhadap AJAX, ORM
- Automagic function seperti validasi input, dll, yang mempercepat coding
- Support PHP4 dan PHP5
- Lebih mencerminkan MVC yang sesungguhnya dibandingkan CI
- Komunitas pengguna yang besar dan forum cukup baik
Kekurangan
- Manual yang ada tidak selengkap CI.
- Butuh waktu belajar yang lebih lama untuk menguasai framework ini dibanding CI. Tapi jika sudah benar-benar mengerti, banyak kelebihan dibanding CI. Beberapa situs menyarankan anda untuk belajar dan terbiasa dulu
dengan CodeIgniter baru kemudian mempelajari CakePHP. - (http://www.zenperfect.com/2007/07/15/faceoff-codeigniter-vs-cakephp/)
Symfony
Kelebihan
- Dukungan terhadap AJAX, ORM.
- Kompatibel dengan berbagai macam database.
- Banyak library dan fungsi symfony yang sudah tersedia. Bahkan hampir mendekati CMS. Sehingga ada yang mengatakan ”Symphony is a CMS with a heart of a framework.” ini menjadi kelebihan sekaligus kekurangan.
Kekurangan
- Tidak mendukung PHP4.
- Relatif butuh waktu lama untuk mengerti framework ini.
- Instalasi dan konfigurasinya cukup rumit.
Zend
Kelebihan
- Dukungan terhadap AJAX, ORM.
- Berdasarkan informasi dari situs resminya, disebutkan bahwa fokus dari Zend Framework ini adalah untuk membangun aplikasi berbasis Web dan untuk memudahkan dalam mengakses API dari berbagai vendor seperti Google, Amazon, Yahoo!, dan Flickr.
Kekurangan
- Tidak mendukung PHP4.
- Manual yang ada kurang mengakomodasi kebutuhan.
- Performanya relatif lambat (mungkin karena banyaknya library).
- Konon katanya Framework ini hanya cocok untuk orang dengan skill PHP yang sudah sangat tinggi.
Akelos
Merupakan Framework yang relatif baru dengan kemampuan yang handal dan lengkap
Kelebihan
- Dukungan terhadap PHP4, PHP5, AJAX, ORM (cukup lengkap dan cukup mengakomodasi semua kebutuhan yang umum dari aplikasi php)
Kekurangan
- Kurang adanya dukungan komunitas. Mungkin karena masih relatif baru
- Beberapa forum mengatakan bahwa framewok ini cukup banyak memakan memory
Selasa, 17 Agustus 2010
Waspada Penggunaan Widget di Blog Anda
Halo teman semua, lama juga ga pernah update blog nih. Well, langsung aja kali ini saya ingin berbagi pengalaman. Sering kali ketika kita (para blogger) melihat widget yang "OK" terlintas keinginan untuk memasangnya untuk menjadi pemanis dihalaman depan. Namun berhati-hatilah, terkadang widget yang kita pasang terdapat suatu code (biasanya javascript) yang effectnya belum tentu kita inginkan.
Kasusnya menimpa blog teman saya. Jadi begini masalahnya, begitu saya masuk ke blog tersebut. Secara otomatis halaman awalnya meredirect ke URL lain (auto redirect ke link eksternal). Langsung saja saya hubungi teman saya. Awalnya teman saya tidak begitu percaya dengan laporan saya dan saya pun menganggap itu kesalahan kecil. Mungkin secara tidak sengaja saya mengklik iklan yang ada di blod tersebut.
Tidak begitu lama kemudian, kasusnya mulai terlihat jelas. Ketika saya membaca salah satu artikel menarik disana, auto redirect kembali bekerja. Nah ada apa ini ? Apakah saya kembali mengklik iklan ? Saya rasa tidak. Kembali saya melaporkan kasus ini. Akhirnya teman saya langsung mengecek blognya tersebut dan mengalami hal yang sama (kena auto redirect). Awalnya saya mengira itu kesalahan pada < meta > (meta tag) pada template. Biasanya meta tag tersebut dapat merefresh halaman atau bahkan dapat membuat jump page ke halaman lain. Tapi menurut teman saya, dia tidak ada merubah code template. Saranin lagi deh untuk mengkroscek javascript pada widget. Dan akhirnya memang benar. Salah satu dari widget tersebut (tepatnya widget bersifat iklan) menyebabkan page secara otomatis redirect ke halaman lain.
Auto redirect seperti ini terkadang menyusahkan buat para pengunjung ketika membaca artikel yang ada di blog. Saya sebagai pengunjung blog tersebut juga merasa terganggu dengan auto redirect tersebut. Maka dari itu berhati-hatilah memasang widget di blog anda. Alih-alih mencari untung malah buntung karena pengunjung kabur.
Hehe. Well, itu saja sih yang ingin saya share. Semoga bermanfaat...
Kasusnya menimpa blog teman saya. Jadi begini masalahnya, begitu saya masuk ke blog tersebut. Secara otomatis halaman awalnya meredirect ke URL lain (auto redirect ke link eksternal). Langsung saja saya hubungi teman saya. Awalnya teman saya tidak begitu percaya dengan laporan saya dan saya pun menganggap itu kesalahan kecil. Mungkin secara tidak sengaja saya mengklik iklan yang ada di blod tersebut.
Tidak begitu lama kemudian, kasusnya mulai terlihat jelas. Ketika saya membaca salah satu artikel menarik disana, auto redirect kembali bekerja. Nah ada apa ini ? Apakah saya kembali mengklik iklan ? Saya rasa tidak. Kembali saya melaporkan kasus ini. Akhirnya teman saya langsung mengecek blognya tersebut dan mengalami hal yang sama (kena auto redirect). Awalnya saya mengira itu kesalahan pada < meta > (meta tag) pada template. Biasanya meta tag tersebut dapat merefresh halaman atau bahkan dapat membuat jump page ke halaman lain. Tapi menurut teman saya, dia tidak ada merubah code template. Saranin lagi deh untuk mengkroscek javascript pada widget. Dan akhirnya memang benar. Salah satu dari widget tersebut (tepatnya widget bersifat iklan) menyebabkan page secara otomatis redirect ke halaman lain.
Auto redirect seperti ini terkadang menyusahkan buat para pengunjung ketika membaca artikel yang ada di blog. Saya sebagai pengunjung blog tersebut juga merasa terganggu dengan auto redirect tersebut. Maka dari itu berhati-hatilah memasang widget di blog anda. Alih-alih mencari untung malah buntung karena pengunjung kabur.
Hehe. Well, itu saja sih yang ingin saya share. Semoga bermanfaat...
Jumat, 16 April 2010
Apa itu Regular Expression (RegEx) ?
Programmer atau para IT pasti sudah tidak asing dengan yang satu ini. Regular Expression atau yang lebih sering disebut regex merupakan sebuah teknik yang digunakan untuk mencocokan string teks, seperti karakter tertentu, kata-kata, atau pola karakter. RegEx memiliki 2 fungsi utama yakni mencari dan mengganti, mencari suatu pola tertentu dalam text lalu menggantinya menjadi pola yang lain.
Regular Expression digunakan oleh banyak teks editor, utilities, dan bahasa pemrograman untuk pencarian dan memanipulasi teks berdasarkan pola. Misalnya, Perl, Ruby dan Tcl memiliki engine Regular Expression yang kuat dibangun pada syntax mereka.
Sejarah RegEx
Tahun 1950an, Stephen Cole Kleene seorang ahli matematika membuat sebuah model pattern string menggunakan notasi matematika, yang disebut regular sets. Ken Thompson mengimplementasikan notasi tersebut ke dalam text editor buatannya, QED, untuk pencarian string dengan pola tertentu. Dia jg menambahkan fitur tersebut ke dalam ed, sebuah editor text dalam sistem operasi unix. untuk pencarian string dalam ed menggunakan pattern, perintahnya: /g /re /p (/g : globally, /re : regular expression, /p : print) yang maksudnya adalah pencarian global baris2 dalam sebuah file yang memiliki pola tertentu, dan ditampilkan/cetak/print. Istilah Grep akhirnya digunakan sebagai nama sebuah program atau tool dalam sistem operasi unix untuk fungsi yang sama yakni pencarian string.
Prinsip Kerja RegEx
Engine RegEx terdiri dari 2 jenis Text-directed engine dan regex-directed engine atau ada juga yang mengatakan DFA (Deterministic Finite Automaton) dan NFA (Nondeterministic Finite Automaton) engines. Namun jenis mesin engine yang lebih banyak diminati adalah regex-directed engine, disamping itu featurenya lebih hebat dari text-directed engine.
Misalnya saja kita mencocokan kata "regex" dengan kata "belajar regex sekarang", pertama-tama regex akan memulai mencocokan karakter pertama yaitu huruf "R" dengan "B", karena tidak cocok maka akan dilanjutkan ke tempat selanjutny yaitu "R" dengan "E", karena masih belum cocok juga proses ini akan terus berlanjut, hingga akhirnya menemukan hurup "R" yaitu di posisi ke-7, hasil ini akan disimpan di memori bahwa telah valid pada posisi ke-7, kemudian akan meneruskan langkah selanjutnya mencocokan hurup "E" dengan " " dan ternyata tidak cocok, engine akan mulai melakukan pencocokan kembali. Karena huruf "E" tidak ditemukan maka kali ini engine akan kembali menggunakan huruf "R" dan dicocokan pada posisi ke-9 yakni huruf "R". Karena valid, engine menggunakan huruf berikutnya yakni huruf "E" dan dicocokan dengan posisi ke-10 yakni huruf="E". Proses ini akan terus diulang hingga mencapai posisi akhir suatu himpunan string. Nah jika kata "regex" ditemukan oleh kata "belajar regex sekarang" maka engine akan melaporkan bahwa Regular Expression telah valid, meskipun masih ada karakter yang belum di validasi (kata "sekarang"). Itu adalah cara kerja NFA yang lama, berbeda dengan mesin NFA yang sekarang, sudah lebih baik, yaitu meskipun string yang dicari telah match tetap akan diteruskan sampai benar-benar valid ditemukan. Setelah itu baru dibuat laporan sukses.
Berbeda dengan engine dari NFA, engine DFA memilik cara kerya yakni membandingkan semua karakter secara serempak, hal ini membuat total memory yang dibutuhkan lebih besar dari NFA, sehingga teknologi NFA lebih diminati.
Beberapa sistem yang telah menggunakan teknologi NFA ini diantaranya adalah Perl, Java, .NET languages, PHP, Python, Ruby dan masih banyak lagi.
Belajar Regex memang susah diawal, tapi kalo sudah bisa akan sangat menyenangkan dan membantu pekerjaan kita sehari-hari. Tidak hanya programmer saja perlu mengenal Regex, orang awam juga perlu karena manfaatnya bakalan besar sekali misalnya mencari file .doc, .pdf atau yang lainnya pada sistem operasi windows.
Nah untuk membantu mempelajari Regex, ada situs bernama Regex Library yang beralamat di http://regexlib.com/
Disitus ini kita bisa belajar tentang Regex, edit sample yang ada sesuai kebutuhan dan masih banyak lagi...
Semoga bermanfaat...
Sumber : http://tutorial.dumbstrack.com/
Regular Expression digunakan oleh banyak teks editor, utilities, dan bahasa pemrograman untuk pencarian dan memanipulasi teks berdasarkan pola. Misalnya, Perl, Ruby dan Tcl memiliki engine Regular Expression yang kuat dibangun pada syntax mereka.
Sejarah RegEx
Tahun 1950an, Stephen Cole Kleene seorang ahli matematika membuat sebuah model pattern string menggunakan notasi matematika, yang disebut regular sets. Ken Thompson mengimplementasikan notasi tersebut ke dalam text editor buatannya, QED, untuk pencarian string dengan pola tertentu. Dia jg menambahkan fitur tersebut ke dalam ed, sebuah editor text dalam sistem operasi unix. untuk pencarian string dalam ed menggunakan pattern, perintahnya: /g /re /p (/g : globally, /re : regular expression, /p : print) yang maksudnya adalah pencarian global baris2 dalam sebuah file yang memiliki pola tertentu, dan ditampilkan/cetak/print. Istilah Grep akhirnya digunakan sebagai nama sebuah program atau tool dalam sistem operasi unix untuk fungsi yang sama yakni pencarian string.
Prinsip Kerja RegEx
Engine RegEx terdiri dari 2 jenis Text-directed engine dan regex-directed engine atau ada juga yang mengatakan DFA (Deterministic Finite Automaton) dan NFA (Nondeterministic Finite Automaton) engines. Namun jenis mesin engine yang lebih banyak diminati adalah regex-directed engine, disamping itu featurenya lebih hebat dari text-directed engine.
Misalnya saja kita mencocokan kata "regex" dengan kata "belajar regex sekarang", pertama-tama regex akan memulai mencocokan karakter pertama yaitu huruf "R" dengan "B", karena tidak cocok maka akan dilanjutkan ke tempat selanjutny yaitu "R" dengan "E", karena masih belum cocok juga proses ini akan terus berlanjut, hingga akhirnya menemukan hurup "R" yaitu di posisi ke-7, hasil ini akan disimpan di memori bahwa telah valid pada posisi ke-7, kemudian akan meneruskan langkah selanjutnya mencocokan hurup "E" dengan " " dan ternyata tidak cocok, engine akan mulai melakukan pencocokan kembali. Karena huruf "E" tidak ditemukan maka kali ini engine akan kembali menggunakan huruf "R" dan dicocokan pada posisi ke-9 yakni huruf "R". Karena valid, engine menggunakan huruf berikutnya yakni huruf "E" dan dicocokan dengan posisi ke-10 yakni huruf="E". Proses ini akan terus diulang hingga mencapai posisi akhir suatu himpunan string. Nah jika kata "regex" ditemukan oleh kata "belajar regex sekarang" maka engine akan melaporkan bahwa Regular Expression telah valid, meskipun masih ada karakter yang belum di validasi (kata "sekarang"). Itu adalah cara kerja NFA yang lama, berbeda dengan mesin NFA yang sekarang, sudah lebih baik, yaitu meskipun string yang dicari telah match tetap akan diteruskan sampai benar-benar valid ditemukan. Setelah itu baru dibuat laporan sukses.
Berbeda dengan engine dari NFA, engine DFA memilik cara kerya yakni membandingkan semua karakter secara serempak, hal ini membuat total memory yang dibutuhkan lebih besar dari NFA, sehingga teknologi NFA lebih diminati.
Beberapa sistem yang telah menggunakan teknologi NFA ini diantaranya adalah Perl, Java, .NET languages, PHP, Python, Ruby dan masih banyak lagi.
Belajar Regex memang susah diawal, tapi kalo sudah bisa akan sangat menyenangkan dan membantu pekerjaan kita sehari-hari. Tidak hanya programmer saja perlu mengenal Regex, orang awam juga perlu karena manfaatnya bakalan besar sekali misalnya mencari file .doc, .pdf atau yang lainnya pada sistem operasi windows.
Nah untuk membantu mempelajari Regex, ada situs bernama Regex Library yang beralamat di http://regexlib.com/
Disitus ini kita bisa belajar tentang Regex, edit sample yang ada sesuai kebutuhan dan masih banyak lagi...
Semoga bermanfaat...
Sumber : http://tutorial.dumbstrack.com/
Rabu, 14 April 2010
Animated Scroll with jQuery Scroll
jQuery emang top banget. Hampir semua masalah bisa diselesaikan kalo make yang satu ini. Ini salah satu contohnya. Kemaren waktu ada tugas web, javascript scrollnya kagak jalan (Oh My Shit!). Baris demi baris saya periksa (cuma dibolak balik :D) tapi hasilnya nol. Nah kebetulan dapet bisikan dari temen (si NetSurfer) buat make jQuery API, scroll. Langsung aja searching di google. Hasilnya? Ketemu!
Scroll in jQuery. Ga cuma scroll biasa, tapi ada animasinya juga. Mantab pokoknya. Nah, berikut script yang saya peroleh dari google.
Sedikit penjelasan,
$("#scrollToHere") itu merupakan id dari sebuah objek, anggap saja id dari sebuah <div>. Saat fungsi ini dipanggil maka secara otomatis scroll akan langsung tertuju pada posisi <div> tersebut. Jika anda tidak menggunakan <div> sebagai target. Cukup ganti
Maka windows akan menuju pada posisi y=100.
Script aslinya bisa dilihat di
http://blog.freelancer-id.com/index.php/2009/03/26/scroll-window-smoothly-in-jquery
Semoga membantu.
Trims buat NetSurfer. :D
Scroll in jQuery. Ga cuma scroll biasa, tapi ada animasinya juga. Mantab pokoknya. Nah, berikut script yang saya peroleh dari google.
function scrollWin(){
$('html, body').animate({
scrollTop: $("#scrollToHere").offset().top
}, 2000);
}
Sedikit penjelasan,
$("#scrollToHere") itu merupakan id dari sebuah objek, anggap saja id dari sebuah <div>. Saat fungsi ini dipanggil maka secara otomatis scroll akan langsung tertuju pada posisi <div> tersebut. Jika anda tidak menggunakan <div> sebagai target. Cukup ganti
scrollTop: $("#scrollToHere").offset().topmenjadi
scrollTop: 100
Maka windows akan menuju pada posisi y=100.
Script aslinya bisa dilihat di
http://blog.freelancer-id.com/index.php/2009/03/26/scroll-window-smoothly-in-jquery
Semoga membantu.
Trims buat NetSurfer. :D
Minggu, 11 April 2010
Online Payment, Pembayaran Transaksi Online
Belanja online mungkin suatu hal yang hebat atau sesuatu yang keren bagi kebanyakan orang. Bagaimana tidak, belanja online atau transaksi di internet mampu menghapus batasan tempat dan waktu. Berbekal device dan koneksi internet anda dapat membeli, menjual ataupun melakukan promosi menggunakan internet-based (online). Dimanapun dan kapan pun anda mau, anda dapat melakukannya.
Kalau bicara masalah cara pembayarannya, yang paling standar itu sih transfer menggunakan rekening. Cara ini merupakan cara yang cukup simple. Kita transfer total pembelanjaan ke rekening pemilik barang kemudian kirim bukti transaksi via fax ato email. Jika sudah barangpun bisa kita terima. (ini menurut pengalaman :D)
Kalo untuk dalam negeri, cara ini sih aman-aman aja. Bagaimana kalau keluar negeri? Saya rasa cara ini kurang efektif. Kebanyakan situs E-Commerce atau B2C menggunakan alat pembayaran yang khusus. Berikut adalah jenis pembayaran online tersebut yang dikutip dari indoclass.bamboomedia.net :
Oke, ini saja yang bisa dipaparkan.
Semoga bermanfaat...
Kalau bicara masalah cara pembayarannya, yang paling standar itu sih transfer menggunakan rekening. Cara ini merupakan cara yang cukup simple. Kita transfer total pembelanjaan ke rekening pemilik barang kemudian kirim bukti transaksi via fax ato email. Jika sudah barangpun bisa kita terima. (ini menurut pengalaman :D)
Kalo untuk dalam negeri, cara ini sih aman-aman aja. Bagaimana kalau keluar negeri? Saya rasa cara ini kurang efektif. Kebanyakan situs E-Commerce atau B2C menggunakan alat pembayaran yang khusus. Berikut adalah jenis pembayaran online tersebut yang dikutip dari indoclass.bamboomedia.net :
Credit card menjadi salah satu jenis alat pembayaran untuk transaksi online. Salah satu situs menyebutkan 90% B2C online di Amerika Utara menggunakan jenis pembayaran ini. Alasannya ? Ya, bayaknya pengguna credit/debit card serta ukuran keamanan seperti penggunaan nomor verifikasi kartu (Card Verication Number) membuat alat pembayaran ini menjadi populer. Namun bagaimana di negara lain. Negara dimana masih terdapat kelemahan pada sistem sekuritinya?
Smartcard adalah solusinya. Smartcart mirip dengan credit card dan terdapat sebuah microprocessor 8-bit dan menggunakan eletronic cash untuk mentransfer pembayaran dari customer's card ke seller divice. Dengan menggunakan Smartcard VISA, anda dapat mentransfer uang tunai ke kartu anda dari rekening bank Anda, dan anda kemudian dapat menggunakan kartu anda di berbagai retailer di internet.
Selain alat pembayaran diatas, sistem pembayaran online juga mengijinkan 3rd party atau pihak ketiga untuk melengkapi transaksi online. Salah satu contoh dari pihak ketiga ini adalah PayPal.
PayPal adalah sebuah "jasa penengah atau broker" yang menyediakan fasitas jasa transfer uang di internet. Saat ini keberadaan paypal sudah sangat mmendunia. Banyaknya pengguna paypal, membuat ebay mengakuisisinya menjadi perantara pembayaran lelang online mereka menggantikan Billpoint.
Sebagai broker dalam transaksi online, PayPal mempermudah seseorang dalam melakukan pengiriman uang hanya dengan "email penerima". Pihak lain tidak dapat melihat informasi kartu kredit atau account bank. Hal ini menjadi kelebihan PayPal dalam menjaga keamanan data pribadi penggunanya.
Kebijaksanaan perlindungan tertulis untuk pembeli yang menggunakan Paypal menyatakan pembeli yang menggunakan Paypal dapat melakukan komplain dalam waktu 60 hari jika pembeli belum mendapatkan barang yang dipesan atau jika barang yang dipesan tidak sesuai deskripsi yang diberitahukan penjual. Jika pembeli menggunakan kartu kredit akan mendapatkan pengembalian uang chargeback dari perusahaan kartu kreditnya.
PayPal juga melindungi penjual dari pengembalian uang atau komplain tergantung situasi dan pembuktian, kebijakan perlindungan tertulis untuk penjual dirancang untuk melindungi penjual dari klaim pembeli yang mengaku telah mengirim uang yang tidak ada catatan bukti pembayarannya, setiap pembelian menggunakan Paypal selalu ada catatan bukti pembayarannya di account Paypal pengirim dan penerima uang, sebagai bukti jika benar telah terjadi pengiriman uang. Hal ini menjadi kelebihan utama PayPal dan tidak ada alat pembayaran lain yang mempunyai fasilitas ini.Perkembangan fasilitas yang menggunakan web-based sudah sangat diminati saat ini. Selain koneksi internet yang selalu di upgrade, teknologi web yang kian maju (web 3.0), membuat fasilitas ini semakin diminati.
Oke, ini saja yang bisa dipaparkan.
Semoga bermanfaat...
Langganan:
Postingan (Atom)


